Cerpen: Ternyata Semuanya Delusi - Dino Kese

Cerpen:  Ternyata Semuanya Delusi- Dino Kese

 “Perasaan seseorang akan berubah jika melihat seseorang

 yang dia cintai berubah”

Ribuan kata telah dikeluarkan dari pita suara. Dia tertawa terbahak-bahak. Mungkinkah dia terbawah rasa? Hari itu, tepatnya awal masa puasa sejoli sahabat kembali memberikan kabar. Keduanya bercerita dengan gembira tanpa kenal lelah. Ratusan menit telah dihabiskan untuk cerita, tetapi ceritanya membutuhkan waktu seratus hari untuk dihabiskan.

Kisah lama kembali diingatkan, membuat keduanya ingin pergi kembali ke masa itu. Senyum, senyum dan senyumlah yang terjadi. Keduanya kenapa? Kisah perjumpaan perdana kembali diingatkan. Yang mana, keduanya pernah bercerita tentang cinta dan ujung-ujungnya saling jatuh cinta. 

Di tengah perbincangan, sahabat lama melontarkan beragam pertanyaan. Pertanyaannya begitu relevan dan amat aktual. Bagaimana perasaan setelah kita kembali memberikan kabar?  Tentu, jawabannya sangat mengharukan. Di mana, sahabat lama mengatakan saya begitu terkejut ketika engkau menerima dan menyapa saya seperti ini. Walaupun beribu rasa masih bersembunyi di dalam dada yang kian rapuh.

Keduanya terus berbagi cerita yang tak kian pupus. Beragam kata-kata puitis telah dibentuk dalam satu puisi. Puitisnya mampu memengaruhi sahabat lama yang sedang sedih. Bukan hanya  puitis, propaganda juga dihadirkan dalam setiap kali perbincangan. Ilmu Filsafat, Politik, Hukum dan Teologi juga disatukan dalam setiap perbincangan. Seasyik dan sehebat itukah mereka!

Hari yang tadinya terang kini berubah menjadi gelap. Bayangan-bayangan wajahnya kembali nampak dalam istirahat malam. Parasnya begitu menawan jika dibayangkan secara sadar. Cara jalannya pun dapat dibayangkan meskipun hanya menghayal. Dia mampu mengantar sahabat lamanya guna beristirahat malam.

***

Sahabat lama ini menarik tangan dan memaksa sahabatnya untuk masuk ke ruang kecil di sebelah jendela kamar. Tangan dan kaki amat gemetar. Melihat bayangan sendiri pun begitu menakutkan. Keduanya berunding untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya. Jawaban YA dijawabkan secara cepat dan berulang kali. Lantas, mereka mulai membuka pakaian-pakaian tanpa rasa takut. Apa yang kita harus lakukan? Tanya sahabat prianya. Fransisca melonjak dari tempat tidurnya dan melihat sarung bantalnya basah gara-gara keringat yang bercucuran bagaikan darah. Mimpikah aku ini? ujarnya.

***

Ribuan detik telah digunakan guna menginterpretasikan arti mimpi itu. Gadis desa yang bernama Fransisca itu, terus mengitari isi rumahnya. Dia berputar seperti domba yang sedang belajar berputar.  Seandainya itu nyata, apa yang akan aku lakukan?

Hari telah berganti tafsiran mimpi belum terselesaikan. Fransisca amat bingung dan memikirkan makna dari mimpi tersebut. Tiba-tiba handphone barunya berbunyi, dan Muhammad mengabarinya. Diksi Sayang, muncul dalam notifikasi Whatsapp. Fransisca langsung membukanya. Apakah ini betul? Dia yang kutemukan dalam mimpi semalam, dia pula yang menyapa saya dengan sapaan sayang di kehidupan nyata.

***

Muhamad, nama sahabat lamanya Fransisca.

Kedua sahabat lama itu kembali memberikan kabar ketika berada di tempat yang berbeda. Tak ada cara lain, selain menjadikan handphone sebagai media perantara. Terkadang, keduanya memberikan kabar melebihi diksi-diksi di surat kabar. Apalah daya dengan semuanya itu.

Perbincangan cinta belum pernah dilewatkan. Kedua sahabat lama itu terus memantik gairah hati masing-masing. Tidak ada waktu yang terlupakan untuk menyampaikan kabar. Beragam ekspresi terbawah rasa nampak dalam percakapan. Cara tawanya pun tak dapat terelakkan. Kini, keduanya masih bergelut dengan keinginan diri yang ada di dalam diri mereka sendiri.

***

Terbawah rasa hanya karena kata-kata amatlah wajar ketimbang menyerahkan badan gara-gara diajak makan.

Tentu, kedua sahabat lama itu sangat nyaman ketika diselimuti dengan kata-kata yang memikat nilai cinta.

Uniknya, Fransisca dan Muhammad belum pernah mengungkapkan perasaan cinta. Apakah keduanya saling mencinta? Jawaban ya dan tidak mulai beradu.  

Perasaan cinta akan dirasakan oleh seseorang yang sedang jatuh cinta, dan akan menjadi mati jika orang yang dicintai tidak mencintai dia yang mencintainya. Bagaimana dengan sejoli sahabat lama itu?

Perundingan cinta telah sulit dirangkaikan dengan kata-kata. Perasaan kerap dirahasiakan dalam lubuk hati yang paling dalam. Sadar, perasaan seseorang akan berubah jika melihat seseorang yang dia cintai berubah. Begitulah yang terjadi dengan Fransisca dan Muhammad.


Penulis: Dino Kese, mahasiswa IFTK Ledalero (IG, @dinokese).





Next Post Previous Post

mungkin anda suka

sr7themes.eu.org